Kamis, Juni 23, 2005

SEPI


Selisik angin delik hati
aura terwakili kesenyapam diri
kosong... Hampa...
dalam desah tak terkata

Episode tertunda
terkapar luka
daya tlah lama dirampas
bekas tinggal seutas

Persinggahan seperti istana pasir
indah dipandang ringkih dipegang

Interlude samar buatku takut
gamang dalam kalut


damarati, Mei 2005 Antara Rumah Dunia dan rumahku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar